Sosok Pengganti
Sosok "PENGGANTI" itupun sudah kembali kepada-Nya.
Bismillahirrahmanirrahiim,
Kullu Nafsin Dzaaiqotul Maut.. (QS.3:185)
Syawal baru berlalu seminggu, di bulan kemenangan ini Allah memanggilmu sesuai dengan janji yang dulu sudah terikrar dalam rahim. Hari ini, waktu itu datang, tak maju dan tak mundur walau sedetik, tak meleset sedikitpun sesuai dengan ketentuan. Jam berangkat telah tiba menuju alam awal dari perjalanan insan sesungguhnya.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...
***
Allah takdirkan aku bertemu dengan keluarga ini sejak 2008, berawal dari teman sekelas denganmu adinda Khairina Ramadhani Lubis. Seiiring berjalan waktu, ikatan teman menjadi sahabat dan berlanjut menjadi keluarga, ya mereka adalah rumah dan keluarga keduaku di kota tempat aku menuntut ilmu.
Sempat kaku mengenal sosok "Ayah" karena hampir 18 tahun aku sudah ditinggal ayah kandung kepangkuan Ilahi. Namun karena sikap dan tangan terbukanya lah diri ini mulai merasakan kembali kasih sayang seorang ayah. Tak tahu dimulai sejak kapan beliau selalu berkata, "Anak Ayah sekarang udah dua, Ina udah ada kakak, Arie udah jadi anak Ayah," ucapnya berkali-kali.
Bukan sekedar omongan, semua terasa begitu nyata, bahkan siapapun dari kami yang sedang menuntut ilmu (anak2 kos) yang pernah menginjakkan kaki ke rumah beliau selalu merasakan makan apa saja yang ada di rumah. Hampa hatinya jika melihat kami anak2 kampung yang lapar atau tak punya keluarga di Medan saat menuntut ilmu di kota orang. (Aku yakin setiap yang kenal beliau pasti ingat akan hal ini).
Tahun 2012, Yayasan Khairin Islamic School berdiri dimulai dari lembaga Paud Khairin Kids, semakin banyak anak2 perantauan (guru2 di sekolah) yang mencicipi kedermawanan beliau dan keluarga. Pasti masing-masing dari kami, baik para guru alumni sampai yang saat ini tahu bagaimana sikap beliau yang paling rewel mengingatkan urusan makan, bahkan tak canggung beliau langsung membawakan makanan/buah untuk kami saat sedang berkumpul di kantor. Dan ini yang menjadi persaksian kami semua khusus untuk Ayah.
Allah beri waktu untukku 12 tahun bersama dengan Ayah, Mak dan Ina. Bukan waktu yang singkat, terlalu banyak cerita, kenangan yang sudah dilewati. Selama 12 tahun ini pula tak kupungkiri Ayah adalah partnerku dalam setiap situasi, terutama jika untuk diskusi. Tekun belajar dan fokusnya dalam membaca setiap sebelum berangkat mengajar yang paling aku sering saksikan dari beliau. Ayah selalu tertarik berdiskusi hal-hal baru, tak jarang beliau selalu menyambangi meja kerjaku hanya untuk ngobrol bertukar pendapat, dan selalu sangat antusias.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun. Allhummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu. Kini sosok pengganti itupun telah kembali kepada-Nya. Kami bersaksi Ayah orang baik, semoga Allah menerima segala amal kebaikan, ditempatkan di tempat terbaik, terhindar dari azab kubur. Sakit ayah Insyaa Allah sebagai penggugur dosa.
Anak kandung ayah cuma satu, tapi kami semua yang pernah merasakan kasih sayang ayah akan selalu berusaha memberikan doa terbaik untuk Ayah..
Kami Ikhlas, Allah lebih sayang Ayah..
Untuk Ibunda Murni dan Khairina Ramadhani Lubis kuat, sabar dan tawakkal. Kita semua pasti menyusul, hanya jam keberangkatan saja yang berbeda, semoga kelak kembali berkumpul di surga Allah.
Mohon keikhlasan untuk memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan Ayah semasa hidupnya. Jazakumullah khoiron wa ahsanul jaza' atas segala doa dan dukungan.
Allah sebaik-baik tempat kembali.
8 Syawal 1442 H / 20 Mei 2021 M
Anak Ayah yang jauh,
Arie Wahyu Ningrum
Belum ada Komentar untuk "Sosok Pengganti"
Posting Komentar