Apa yang Membuatmu Cemas Wahai Diri??
Kerap kali saya, kita dan semua merasa cemas dan khawatir dengan urusan dunia. Merasa kurang akan nikmat dan rezeki dari Allah, selalu membandingkan hidup dengan oranglain. Teman naik jabatan, kita cemas, tetangga punya motor baru, kita sibuk melirik, di medsos teman upload kebahagian bersama keluarga, kita bilang pamer, rekan kerja punya usaha baru kita merasa tersaingi..
Ahhh, wahai diri... mengapa begitu sibuk mengurusi urusan orang lain, seolah2 kita tidak pernah mendapat nikmat hidup dari Sang Pemberi rezeki, bukankah rezeki tidak hanya urusan kenikmatan dan pencapaian saja?? Pernahkan kita berhenti untuk merenung sejenak, bahwa semakin kita melihat ke atas untuk urusan dunia, semakin kita sering membandingkan kita dengan orang lain, semakin kita tidak bersyukur?? Cobalah sesekali kita melirik kebawah, melihat dan coba meresapi, begitu banyak orang2 yang mungkin menurut mata kita tidak begitu layak kehidupannya.
Seorang bapak paruh baya, tertatih mendorong gerobak sampah, mungkin hari itu uang yg ia dapatkan bisa saja tidak cukup untuk makan sehari, tetapi lihatlah semangatnya untuk terus maju tanpa henti, selalu ada asa dalam senyumnya, karena dia yakin, rezekinya sudah di jamin. Lantas mengapa masih merasa cemas wahai diri?? Bukankah kita diminta untuk bersyukur dalam keadaan apapun? Nabi Shollallahu 'alaihi wassalam bersabda "Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak mampu mensyukuri sesuatu yang banyak"
(HR. Ahmad).
Berhentilah untuk khawatir akan rezeki dunia, karena sejatinya rezeki kita sudah diatur, selagi kita mau bergerak, tetapi cemaslah untuk kehidupan akhirat kita yang sampai hari ini masih sangat mengkhawatirkan. Tidak perlu menunggu bahagia baru bersyukur, bersyukurlah supaya kita bahagia.
Tulisan sederhana ini sebagai pengingat diri untuk penulis, semoga bermanfaat. Dan Allah jagakan hati kita dari sifat Kufur dikarenakan kecemasan dan kekhawatiran kita..
#menulisuntukberbagi.
Mantap ...π
BalasHapusTerimakasih bunda Yuningsih.. πππ
BalasHapusBunda arie terima kasih,sarapan pagi bacaan bergizi
BalasHapusSama2 bunda, biar ndak insecure, harus banyak2 bersyukur kita bun... πππ
Hapuspagi ini semakin semangat karena tulisan ibu
BalasHapusMasih belajar terus, terimakasih atas commentnya.. Salut sudah punya buku Antologi... πππ
HapusSiip ..
BalasHapusAlhamdulillah mi punya mentor atau guru buat bunda walau hanya sebentar...semoga umi selalu dalam lindungan Allah ..
BalasHapusSemakin sukses ....aamìin
Mantap pengingatnya. Terima kasih.
BalasHapusSami2 bun, semangat menulis untuk berbagi..
Hapus