Rindu
Tak mengenal kata kompromi, datang tanpa diundang dan berhasil mengaduk-aduk perasaan.
Entahlah, banyak orang bilang rindu itu indah, bagiku cukup membuat tak bisa berlogika. Kali ini dia hadir berbarengan dengan rintik hujan.
A: "Hei, kenapa kamu datang? Aku belum siap menerimamu"
R: "Itulah aku, tanpa izin aku akan hadir di situ, di hatimu"
A: "Ah, aku baik-baik saja kok, aku kuat!"
R: "Jangan bohong! Aku tau,setiap hari kau selalu menyimpanku di hatimu, untuk semua yang saat ini tak bisa kau rengkuh"
A: 😥😥😣😰....
R:"Kau tak perlu malu, sangat boleh bila gejolakku selalu hadir, kau berhak atas itu."
A: "Aku bisa mengatasinya, aku bisa berjumpa dengan mereka walau hanya virtual, aku tau kabar mereka semua, bahkan kalau aku mau aku bisa memastikannya setiap hari."
R: "Tapi.., kau tak mampu kan? Kau tak mampu mengungkapkan di depan mereka, kau selalu mengalihkan aku."
A:😔😔😔..
R: "Sampaikan saja, kalau kau tak sanggup, kau masih punya doa"
A: "Aku selalu mencoba, tetap saja sama ðŸ˜. Pelampiasan dari rindu yang paling tinggi adalah dengan doa.Bertemu menjadi puncaknya."😣
R: "Dan kau belum bisa mencapai puncak itu."
Malam ini, kuakui aku sedang rindu. Rinduku yang semakin menggunung pada semua yang sudah enam bulan ini tak lagi bisa ku rengkuh dengan tangan dan pelukku. Aku rindu pada kalian yang selalu menjadi penguat jiwaku. Aku rindu dengan kalian tempatku berbagi rasa. Aku rindu pada semua pengisi ruang dalam kehidupanku.
Aku rindu....
Ma fii qalbi ghairullah
#Aku&Rindu
-Arie Wahyu Ningrum-
Jakarta, 30 Januari 2021
Belum ada Komentar untuk "Rindu"
Posting Komentar