Hijrah ke Kota Kelahiran
Bulan ke 5 sudah aku berada di kota ini, kota yang banyak orang bilang adalah kota Impian dan Harapan, dibalik itu semua, sudah pasti banyak perjuangan demi sebuah Kehidupan yang lebih baik.
Aku dilahirkan di Ibukota, tapi tidak sempat dibesarkan disana. Setahun setelah aku lahir, bapak memboyong kami sekeluarga pindah ke kampung halamannya, desa kecil di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Berbeda denganku, ketiga kakak dan abangku, sudah merasakan bagaimana hidup dan sekolah di Jakarta, ya walaupun masih sampai tingkat sekolah dasar.
Aku sering di ledek saudaraku, cuma numpang lahir doang di Jakarta, itu kata mereka, walaupun hanya sekedar candaan, tetapi itulah yang membuatku jadi bertekad, suatu saat pasti aku akan kembali ke tanah kelahiranku..
Selesai Aliyah, aku memutuskan untuk melanjutkan studi ke kota Medan, banyak hal dan ilmu baru yang ku dapat selama merantau. Setelah wisuda sarjana, aku tidak kembali kekampung, memberanikan diri berjuang di kota orang. Sebagai lulusan sarjana pendidikan, menjadi guru adalah profesi baruku. Ada niat untuk melanjutkan studi ku ke luar pulau Sumatera, namun belum ada rezeki kesana.
Setahun setelah mempunyai penghasilan sendiri, aku memberanikan diri untuk lanjut sekolah. Alhamdulillah, aku bisa kuliah lagi, 3 tahun dengan kondisi serba pas-pas an, akhirnya gelar Magister berhasil ku raih. Rutinitas ku masih berlanjut, bergelut di dunia sekolah dan kampus. Alhamdulillah, almamaterku dulu menerimaku sebagai Dosen Tidak Tetap begitu aku selesai wisuda pascasarjana.
Hampir 12 tahun aku belajar dan berkarir di kota Medan, tetapi niat dan tekad di dalam hati belum pernah padam, ya aku masih punya keinginan hijrah ke kota kelahiranku.
Awal 2020, aku sudah memberikan surat resign kepada pimpinan sekolah tempatku mengajar. Sudah final keputusanku, aku akan hijrah ke Jakarta. Niat sudah terucap, keluarga sudah mendukung, qadrullah, awal maret wabah virus covid 19 melanda negeri ini. Ya Allah, semua rencana hampir tidak bisa dilaksanakan. Aku coba menenangkan hati berserah kepada Allah untuk menunjukkan jalan terbaik.
Ditengah kebimbanganku tentang keputusan ini, Allah mengirimkan jawaban atas segala do'a dan harapanku di bulan yg fitri sepaket dengan pendamping hidup..
Qadarullah, Allah pertemukan dengan pemuda yang siap menjadi pendamping dan memboyongku ke kota yang baru. Persis di bulan yang sudah aku rencanakan dari awal, dibulan itu juga aku menginjakkan kaki kembali dikota kelahiranku.
Masyaa Allah tabarokallah, sungguh Allah akan mengabulkan segala do'a dan pinta di waktu yang tepat, sesuai dengan kebutuhan hambaNya.
Hari ini.., ya, aku sudah berada disini, di kota dimana aku dilahirkan puluhan tahun yg lalu, dengan bonus dari Allah, seorang suami yang membersamai dalam kehidupan yang baru.
*Jakarta, 25 Desember 2020*
kisah inspiratif..
BalasHapussemoga selalu memberikan kebermanfaatan di manapun berada💪💪💪